Laman

Sabtu, 07 Oktober 2017

Dinkes Bantaeng Gelar Peningkatan Kapasitas Transfusi Darah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng, menggelar peningkatan kapasitas untuk tenaga medis tentang transfusi darah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinkes Bantaeng, Jl Andi Mannappiang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/7/2017) sore.
Peserta berjumlah 40 orang terdiri dari beberapa latar belakang profesi, seperti dokter, perawat dan bidan.
Dinkes menghadirkan ahli penyakit dalam, Saharuddin sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.
Ketua panitia pelatihan, Armansyah mengatakan kegiatan tersebut diharapkan sebagai refreshing ilmu. Sekaligus memperbaharui keilmuan peserta mengenai transfusi darah.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Bantaeng, Andi ihsan yang juga selaku reformer, sangat mengharapkan dukungan dari Kementerian Kesehatan.
"Dukungan agar bisa memberikan peluang kepada Puskesmas untuk melakukan tindakan medis transfusi darah kepada ibu melahirkan yang mengalami perdarahan," ujarnya dihadapan peserta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Terminal Darah yang digagas oleh Dinkes Bantaeng.

Jumat, 17 Mei 2013

PEMBANGUNAN KESEHATAN

Pencapaian Tujuan Pembangunan Kesehatan memerlukan adanya kesadaran, kemauan dan kemempuan semua komponen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan rakyat sehat sebagai sumber kekuatan ketahanan bangsa yang akhirnya menjadi landasan dalam membentuk negara yang kuat. negara kuat dari aspek kesehatan dapat diartikan sebagai negara yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan basis utamanya dalam wujud rakyat sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi.

Mengukur tingkat pencapaian hasil pembangunan suatu negara, termasuk pembangunan bidang kesehatan sesuai dengan visi Kementrian Kesehatan " Masyarakat yang sehat yang mandiri dan berkeadilan " dan dengan misinya " 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani; 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjalin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan; 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan; 4. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan indikator kinerja indikator-indikator untuk moralitas , morbiditas dan status gizi; 2. Indikator upaya kesehatan yang terdiri atas pelayanan kesehatan, perilaku hidup sehat dan keadaan lingkungan; serta 3. Indikator sumber daya kesehatan terdiri atas sarana kesehatan, tenaga kesehatan, dan pembiayaan kesehatan; dan 4. indikator lain yang terkait kesehatan.